Berlomba Dalam Kebaikan

s3sederajat.com - Mana yang harus didahulukan, apakah berlomba- lomba dalam kebaikan atau menyuruh pada ketakwaan ?

Menyuruh kepada takwa adalah bagian dari berlomba- lomba dalam kebaikan. Berlomba dalam melakukan kebaikan ada yang berbentuk ritual-formal, yaitu ritual yang teknik pelaksanaannya sudah diatur secara detail oleh Allah dan Rasul seperti shalat, puasa, dan haji.


Ada pula dalam bentuk ritual-ammah yaitu amal ibadah yang teknik pelaksanaannya tidak diatur secara detail oleh Rasulullah SAW. seperti mencari ilmu, harta, dan menyantuni anak yatim.

Kita harus berikhtiar semampunya untuk berlomba dalam kebaikan dan menyeru pada ketakwaan kalau kita tidak ingin termasuk orang-orang yang merugi sebagaimana dijelaskan dalam surat Al 'Ashr ayat 1-3:

٣ )وَالْعَصْرِ (١) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (٢) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Artinya: "Demi waktu, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, dan saling menasihati dalam sabar dan kebenaran (takwa)."

Hiduplah seperti seorang pengembara, yang selalu berbekal untuk dibawa ke kampung halaman. Dunia ini tempat mengembara, kehidupan yang sesungguhnya adalah kehidupan akhirat.

Karena itu, setiap kali kita punya kesempatan untuk melakukan kebaikan, jangan ditangguhkan pelaksanaannya, sebab tak seorang pun tahu kapan ajal akan menjemput.

Ibnu Umar r.a. berkata, Rasulullah SAW. memegang dua bahu saya lalu bersabda, "Hiduplah di dunia ini seolah-olab engkau seorang pengembara!" Karena itu, Ibnu Umar berkata, "Gunakan kesempatanmu pada waktu sehat sebelum kamu sakit, dan kesempatan hidupmu sebelum kamu mati!" (H.R. Bukhari).

Semoga kita mampu memanfaatkan kesehatan dan umur kita untuk berlomba dalam kebaikan serta mengajak pada ketakwaan. Amin.

0 Response to "Berlomba Dalam Kebaikan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel