Ciri-Ciri Khusus pada Hewan

s3sederajat.comSetiap hewan memiliki ciri khusus yang membedakannya dengan hewan lain. Ciri khusus ini berhubungan dengan kemampuannya untuk bertahan hidup. 

Dengan ciri khusus yang dimilikinya, hewan dapat tetap bertahan hidup. Sebelum mempelajari ciri khusus pada hewan, kerjakan dulu kegiatan pada rubrik Jelajah berikut.

1. Cecak

Cecak sering kita lihat di dinding dan langit-langit rumah. Cecak sangat jarang berada di lantai. Cecak bergerak dengan cara merayap. Saat merayap di dinding, cecak tidak terjatuh. Mengapa demikian? Coba bandingkan dengan hewan lainnya. Dapatkah ayam atau itik merayap di dinding? Tentu tidak, bukan?

Ternyata, cecak memiliki perekat pada setiap ujung jari kakinya. Dengan perekat inilah kaki cecak dapat menempel di dinding. Bagaimana bila kakinya tidak bisa diangkat dari dinding karena perekat tersebut? Hal ini tidak akan terjadi. 

Cecak dapat mengatur banyaknya perekat yang dikeluarkan. Dengan demikian, cecak dapat tetap bergerak merayap tanpa terjatuh. Cecak dapat mendaki pohon, dinding, atau atap bangunan dengan mudah.

Selain itu, cecak mempunyai kemampuan autotomi. Cecak dapat memutuskan ekornya secara tiba-tiba. Cecak melakukan autotomi saat ditangkap mangsa. Dengan begitu, cecak dapat melarikan diri. Ekor cecak yang putus dapat tumbuh kembali.

2. Bebek

Bebek termasuk salah satu jenis unggas. Ia hidup serta mencari makan di daratan dan perairan. Bebek menggunakan kakinya untuk berjalan. Coba bandingkan kaki bebek dengan kaki ayam. 

Tentu berbeda, bukan? Pada kaki bebek, setiap jarinya dihubungkan dengan selaput. Dengan kaki berselaput, bebek dapat berenang. Selain bebek, kaki berselaput juga dimiliki angsa. 

Sementara, ayam tidak memiliki jari berselaput. Ayam hidup dan mencari makan di darat saja.

3. Kelelawar

Kelelawar keluar dan mencari makan pada malam hari. Sebaliknya, pada siang hari, kelelawar hanya berdiam di sarangnya. Oleh karena itu, kelelawar dijuluki hewan malam. 

Bagaimana kelelawar bisa menemukan makanan di kegelapan malam? Apakah kelelawar tidak tersesat atau menabrak benda-benda yang dilaluinya? Bukankah malam hari gelap gulita?

Dalam keadaan gelap, kelelawar tidak pernah menabrak benda yang dilaluinya. Kelelawar juga tidak kesulitan menemukan makanan. Hal ini dikarenakan kelelawar memiliki keistimewaan. 

Kelelawar memiliki indra pembau dan pendengar yang tajam. Dengan penggabungan keduanya, kelelawar dapat menemukan makanan. Kelelawar dapat menentukan arah terbang dan menghindari tabrakan.

Saat terbang, kelelawar mengeluarkan bunyi tinggi yang nyaring. Bunyi ini memiliki frekuensi sangat tinggi. Bunyi ini dinamakan ultrasonik. Bunyi ultrasonik akan mengenai benda atau mangsa di sekitarnya. Bunyi ini akan dipantulkan kembali oleh benda tersebut. 

Kelelawar menangkap bunyi pantulan dari benda atau mangsanya. Bunyi pantulan membuat kelelawar dapat memperkirakan jarak terbang. 

Kelelawar dapat mengenal benda di seki tarnya. Inilah yang menjadikan kelelawar dapat membedakan antara mangsa dan bukan mangsa. Kemampuan yang dimiliki kelelawar tersebut dinamakan ekolokasi.

4. Semut

Semut merupakan serangga yang bersarang di dalam tanah. Untuk mencari makan, semut keluar dari sarangnya. Tahukah kalian bahwa beberapa jenis semut bermata buta? Semut juga tidak memiliki telinga. Lantas, bagaimana cara mereka hidup?

Semut memiliki dua buah antena di kepalanya. Antena digunakan untuk menyentuh, membau, dan mempunyai dua merasakan getaran bunyi. Sementara itu, mulut semut antena. digunakan untuk mengecap. 

Dengan mengecap, membau, dan menyentuh, semut dapat menemukan benda di sekitarnya. Semut berinteraksi dengan sesamanya menggunakan sentuhan antena. Semut juga bisa berkomunikasi dengan semut lain melalui bau. 

Semut mengeluarkan bau khusus sebagai tanda bahaya. Semut juga mengeluarkan bau untuk menunjukkan keberadaan makanan. Kalian pernah melihat barisan semut yang panjang, bukan? Nah, semut-semut itu sedang mengikuti bau yang diciumnya.

5. Kucing

Kucing merupakan hewan pemburu yang sering berkeliaran di sekitar rumah. Ia dapat mencium bau dalam jarak beberapa ratus meter. Kucing berlari sangat cepat. Ketika berlari, kadang ia terjatuh dari atap. Meskipun demikian, kucing masih tetap hidup. Apakah kucing tidak merasa kesakitan?

Kucing memiliki otot yang kuat. Kekuatan otot inilah yang membantunya melompat dan berlari. Kucing juga dapat membuat gerakan berputar di udara saat jatuh dari ketinggian. 

Kucing mampu mengatur posisi tubuh alat keseimbangan yang terdapat di telinga dalamnya. Karenanya, kucing agar mendarat dengan keempat kakinya. Perilaku kucing ini didukung oleh tidak mati saat terjatuh. Kucing juga dapat mendengar bunyi ultrasonik.

Kucing memiliki mata yang tajam, khususnya pada malam hari. Nah, berbag keistimewaan tersebut membantu kucing dalam berburu.

6. Landak

Landak adalah hewan yang unik. Landak memiliki bulu keras di bagian atas tubuhnya. Bulu landak mengandung ribuan duri yang dihasilkan dari otot-otot kulit. 

Duri-duri tersebut merupakan alat pertahanan mereka. Apabila diserang musuh, landak akan me larikan diri masuk ke sarangnya. 

Sarang landak berada di dalam tanah. Jika tidak sempat melarikan diri, landak akan menggulung tubuhnya. Bulu kerasnya kemudian mengembang. Seluruh tubuh landak pun dipenuhi duri tajam. Duri itu akan menancap pada tubuh musuh yang menyentuhnya.

7. Cumi-cumi

Cumi-cumi adalah hewan yang hidup di dalam air. Cumi-cumi memiliki banyak tangan pendek. Tangan tangan ini disebut tentakel. Otot tentakel dapat berkerut dengan cepat. Cumi-cumi dapat bergerak secara cepat saat dikejar pemangsa. 

Saat di depan pemangsa, cumi-cumi akan menyemprotkan tinta pekat. Tinta ini mengejutkan pemangsa selama beberapa detik. Nah, kesempatan ini digunakan cumi-cumi untuk melarikan diri.

Ternyata, kehebatan yang dimiliki cumi-cumi tidak hanya tinta pekat. Cumi-cumi juga dapat memancarkan cahaya dari tubuhnya. 

Cumi-cumi menjadi hewan yang sangat indah dan gemerlap. Kemampuan ini membantunya mencari makanan di malam hari. Mangsa akan mendekat karena tertarik oleh cahaya yang dipancarkannya.

Cumi-cumi memiliki banyak pola warna tubuh. Pola warna tersebut dapat diubah sesuai kehendaknya. Pola warna tubuh cumi-cumi bisa serupa dengan lingkungan sekitar. 

Hal ini untuk mengelabui pemangsa. Cumi-cumi juga bisa menjadi sangat menarik dan penuh warna. Cara ini dapat mengecoh mangsanya agar mendekat.

Kalian telah mempelajari ciri khusus pada beberapa hewan. Apakah hanya hewan-hewan di atas saja yang memiliki ciri khusus? Tentu saja tidak. Masih banyak hewan lain yang memiliki ciri khusus. 

Ciri khusus hewan yang satu berbeda dengan hewan lainnya. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kondis lingkungan dan cara hidup.

Sangat indah dan menakjubkan ketika kita mengetahui ciri-ciri khusus pada hewan. Akan tetapi, keajaiban seperti ini tidak hanya terdapat pada hewan. Tuhan pun memberikan keindahan dan keunikan pada tumbuhan.

0 Response to "Ciri-Ciri Khusus pada Hewan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel